RSS Feed

7 March 2009

Posted on

Usman Awang menukilkan detik-detik bersejarah 3 Mac 1967 (kisah itu) itu dalam bait-bait puisinya:

Malam itu di Balai Budaya
Api dan Air Mata

Malam itu di Balai Budaya
Seorang guru tua berbicara
‘Berarak ke Parlimen, aku di muka’

Malam itu di Balai Budaya
Seorang peguam muda berkata
‘Bakar Perlembagaan 152’

Malam itu di Balai Budaya
Seorang pemuda berteriak
‘Ayuh, mari kita berarak’

Malam itu di Balai Budaya
Para pelajar berikrar
‘Dada kami sedia dibakar’

Malam itulah juga
Parlimen jadi pertanda
Memenggal leher BAHASA

Menunggu puisi terkini rentetan 7 Mac ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: